____________________________
Oleh Achmad Suchaimi
Etika
Mengusap dan Mencium Hajar Aswad :
1). Mencium,
menyalami atau mengusap Hajar Aswad sambil membaca, Bismillaahi,
Walloohu Akbar.
2). Mencium,
menyalami dan mengusap Hajar Aswad hukumnya sunnah, sedangkan menjauhi
perbuatan yang dapat menyakiti orang lain hukumnya wajib. Oleh karena itu,
sewaktu mencium atau menyalaminya dilarang melakukan hal-hal yang menyakiti
orang lain seperti menyikut, memukul, mendorong, mendesak, mengusir, mencela,
berkata kotor dan sejenisnya. Jika tidak mampu menghindari keharaman tersebut,
lebih baik melambaikan tangan ke arahnya lalu dikecup.
![]() |
Haram: Rebutan sambil dorong, sikut, tarik, dll |
3). Kaum
wanita sebaiknya tidak ikut-ikutan berebut mencium Hajar Aswad, terutama
pada waktu penuh sesak dengan kaum lelaki. Lebih baik mencium atau menyalami
nya dari jarak jauh dengan isyarat lambaian tangan, sebagaimana hal ini pernah
dilakukan oleh ‘Aisyah, isteri Rosululloh.
4). Tidak bersuara keras dan menjerit
sewaktu akan atau sesudah mencium Hajar Aswad.
5). Sebaiknya sebentar dan tidak
berlama-lama sewaktu mencium, menyalami atau mengusap Hajar Aswad,
karena banyak orang yang antri menunggu giliran.
6). Dilarang berhenti di garis atau
sekitar lokasi Hajar Aswad sekedar untuk berdoa atau sholat, karena
sangat mengganggu orang-orang yang sedang thowaf.
Strategi Mencium dan Mengusap Hajar Aswad dengan Mudah dan Aman
![]() |
Wanita sebaiknya tidak ikut-ikutan |
Mengecup/mencium Hajar Aswad sunnah hukumnya, baik bagi orang
yang sedang atau selesai thowaf maupun dalam kondisi tidak sedang thowaf. Dengan
syarat, ketika berusaha mencium Hajar Aswad, jangan sampai menyakiti
orang lain, misalnya dengan cara menyikut, menarik pundak/tangan, memukul,
menyingkirkan, mendorong, ataupun hal-hal lain yang dapat menyakiti hati orang.
Jika hal ini terjadi, maka pahala mencium Hajar Aswad akan menjadi sia-sia, dan
lebih baik tidak menciumnya. Sebab, menyakiti (hati) orang lain adalah haram
hukumnya dan merupakan larangan bagi orang yang sedang berhaji / berihram,
sementara hukum mencium Hajar Aswad adalah sekedar sunnah, bukan wajib.
Berdasarkan pengalaman penulis beberapa kali mencium Hajar
Aswad (1998 dan 2008), ada dua strategi atau kiat mencium Hajar Aswad dengan
mudah dan tanpa menyakiti orang lain:
![]() |
Dari arah Rukun Yamani |
Pertama, Strategi Mengikuti Arus orang thawaf. Sejak dari rukun Yamani (sudut Ka’bah sebelah barat),
usahakan badan (bagian pundak kiri atau dada) menempel terus ke dinding Ka’bah,
dan jangan sampai lepas. Biarkan badan Anda terdorong sendiri oleh orang-orang
di belakang Anda, sehingga sedikit demi sedikit Anda akan sampai di dekat Hajar
Aswad. Pertahankan posisi Anda di situ, dan jangan sampai lepas dari dinding.
Jika sudah lepas darinya, Anda akan terus terseret arus menjauhi dinding Ka’bah
dan sulit sekali kembali ke tempat semula.
Begitu orang yang mencium Hajar selesai (mengangkat kepalanya), segera
masukkan kepala Anda ke Hajar Aswad secara cepat.
Namun cara ini cukup sulit, berat dan beresiko, sebab di daerah
ini cukup padat dan terlalu banyak jamaah haji yang berdesak-desakan berebut
kesempatan.
![]() |
Pagar tempat berdiri askar |
![]() |
Dari arah Multazam /[pintu Ka'bah |
Kedua, Strategi Menantang Arus. Berangat dari arah depan pintu Ka’bah, tempelkan badan
(pundak kanan atau dada) secara terus ke dinding Ka’bah, sambil tangan Anda
memegangi tembok pagar (tempat berdirinya Askar/Polisi pengatur jamaah yang
mencium), dan usahakan jangan sampai lepas atau diterombol orang dari belakang.
Usahakan jangan sampai mendorong, menarik, menyikut atau menyakiti sesama jamaah.
Biarkan badan Anda terdorong sendiri oleh jamaah dari belakang, sampai posisi
Anda di dekat atau di samping orang yang sedang mencium Hajar Aswad. Begitu
kepala orang tersebut diangkat dan ingin melepaskan dari desakan orang-orang,
secara cepat peganglah “bibir pelindung” atau “perak pengikat” Hajar Aswad,
tariklah tubuh Anda dan masukkan kepala kedalamnya secara cepat, kemudian
ciumlah secukupnya dan jangan terlalu lama, karena masih banyak orang lain yang
menunggu giliran.
Cara ini lebih lancar, mudah dan lebih banyak suksesnya, karena
daerah antara Maqam Ibrahim, pintu Ka’bah, Multazam dan Hajar Aswad relatif
agak kosong dan sering luput dari perhatian mayoritas jamaah yang ingin mencium Hajar Aswad.
![]() |
Syadzarwan, kaki Ka'bah |
Cara Melepaskan diri dari himpitan. Pada saat Anda sedang dan selesai mencium
Hajar Aswad, Anda tentu akan terjepit dan dihimpit oleh para jamaah dari arah
kiri, kanan dan belakang. Untuk melepaskan diri dari himpitan tersebut,
doronglah “syadzarwan” (kaki Ka’bah /pelengsengan bawah tembok Ka’bah)
dengan kaki sekuat-kuatnya sambil mengucapkan Alloohu Akbar, disertai
niat ingin menyelamatkan diri (bukan berniat menjejak atau melecehkan Ka’bah).
Insya Allah, para jamaah di belakang Anda dengan sendirinya akan terdorong
mundur dan membelah, seolah-olah memberi jalan pada Anda.
Jika ingin mengawal
isteri untuk mencium Hajar Aswad, posisi isteri
berada di depan Anda. Setelah isteri mencium, segeralah Anda tarik / rangkul
dari belakang, sambil kaki Anda menjejak pelengsengan tembok bawah
Ka’bah sekuat-kuatnya sambil mengucapkan takbir.
__________________________________________
Sumber :
Judul Buku : Mengenal Kawasan Tanah Suci Makkah-Madinah (Oleh-oleh dari Ibadah Haji)
Penulis : Achmad Suchaimi
Penerbit : Athena Sejahtera Surabaya
Cet. : 2 - 2010
Cet. : 2 - 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar