Google+ Badge

Jumat, 13 September 2013

MKTS - 19. Mengenal Kawasan Arafah




Padang Arafah yang terletak pada 25 km sebelah timur kota Makkah merupakan  hamparan pasir berbatu yang cukup luas dan dikelilingi bukit-bukit batu berbentuk setengah lingkaran. Di tengah-tengah padang pasir berbatu tersebut terdapat sebuah bukit yang sangat terkenal dengan sebutan Jabal Rahmah.

SEJARAH ARAFAH.
Arofah artinya kenal (ta'arruf). Dapat pula diartikan mengajari ('arrafa), dan mengakui (i'tarafa)
 ‘Arafah diartikan tahu dan mengenal, karena di tempat ini, tepatnya di Jabal Rahmah,  Nabi Adam dan Hawa' ber-ta'arruf, saling melihat, mengenal dan bertemu kembali setelah 200 tahun berpisah karena diusir oleh Alloh dari surga disebabkan melanggar larangan memakan buah khuldi. Menurut riwayat, Nabi Adam diturunkan di India dan Hawa diturunkan di sekitar daerah Irak. Setelah bertemu, mereka berdua berkumpul, mengembangkan keturunan dan menetap di sekitar wilayah Masjidil Haram Makkah. Peristiwa ta'arruf ini dibadikan setiap tahunnya oleh Nabi Adam sendiri dan diteruskan oleh anak keturunannya di padang Arofah sampai saat ini, yakni didatangi dan dizaiarahi para jamaah haji.
Selain itu lokasi ini dinamakan 'Arafah disebabkan malaikat Jibril pertama kali mengajari ('arrafa) Nabi Ibrahim tentang seluk beluk manasik haji.
Sedangkan menurut Ibnu Abbas, disebut Arafah karena di tempat ini manusia (jamaah haji) mengakui kesalahan dan dosa-dosanya.
 Fasilitas. Padang Arafah yang luasnya  + 3,5 km x 3,5 km atau 10,4 km persegi ini tidak berpenduduk. Namun setiap datang musim haji, di lokasi ini didirikan puluhan ribu kemah untuk seluruh jamaah yang wuquf. Oleh pemerintah Arab Saudi, saat ini padang Arafah dilengkapi dengan berbagai fasilitas antara lain jalan-jalan tol lebar beraspal yang menghubungkan Arafah dengan Muzdalifah, jalan tol lingkar (ringroad), terminal dan tempat-tempat pemberhentian bus di pinggir-pinggir Arafah, penyediaan air bersih, pelayanan kesehatan dan keamanan. 

 Untuk kenyamanan para jamaah haji, di bagian tengah Arafah didirikan ribuan tiang-tiang air setinggi tiang listrik yang di puncaknya dipasang spuyer-spuyer kecil yang dapat menyemprotkan uap air halus untuk membantu menyejukkan udara padang pasir yang panas dan membuat nyaman para jamaah haji. Disamping itu juga ditanami ribuan pohon-pohon rindang yang lebih dikenal dengan sebutan pohon Soekarno, karena penanaman pertama kali pohon tersebut dilakukan atas usaha dan prakarsa Presiden RI Soekarno.

KEUTAMAAN ARAFAH.
1).      Di Arafah (Jabal Rahmah), Nabi Adam dan Hawa' bertemu kembali setelah berpisah 200 tahun, akibat terusir dari surga.
2).      Rosululloh menjadikan Arafah sebagai tempat Wuquf haji, bahkan wuquf merupakan puncak dari haji itu sendiri, didalam sabdanya, yang artinya : "Haji itu hanyalah Arafah. (artinya Prosesi haji yang terpenting adalah hadir di Arafah). Barangsapa yang datang pada malam tanggal sepuluh (Dzulhijjah) sebelum terbit fajar, ia benar-benar telah mendapat waktu yang sah" (HR khomsah)


3). Alloh mengabadikan Arafah dalam firman-Nya yang artinya : ".... Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy'aril haram. dan berdzikirlah (dengan menyebut Asma’) Alloh sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat". (QS Al-Baqarah [2] : 198)
4). Di Arafah ini, ketika Nabi wuquf pada peristiwa Haji Wada', Alloh menurunkan ayat Al-Qur'an terakhir, yakni ayat 3 surat Al-Maidah.
 "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. " (QS Al-Maidah,[5] : 3)
5. Di Arafah ini, ketika wuquf pada haji Wada', Rosululloh membacakan khutbah yang sangat terkenal dengan sebutan Khutbatul Wada'.
Beberapa tempat bersejarah di Arafah antara lain : Jabal Rahmah, masjid Namirah, dan masjid Sakhrat.

 

JABAL RAHMAH
Jabal Rahmah di Musim Haji
 
Jabal Rahmah merupakan bukit kecil berbatu keras setinggi 65 meter dari permukaan tanah, atau setinggi 372 m dari permukaan laut, luasnya + 170 m2, panjang lingkarannya 640 m.
Letaknya di Arafah bagian Timur, sekitar jalan tol nomor 7 dan 8, sekitar 1,5 km dari masjid Namirah. Di puncaknya terdapat bangunan Tugu Putih setinggi 8 m dan lebar 1,80 m persegi untuk mengenang sejarah bertemunya Nabi Adam dan Hawa'. Untuk mencapai puncaknya, diperlukan berjalan kaki naik melewati 168 buah anak tangga. 
 

Di bawah bukit terdapat bangunan Masjid Shakhrat dan tempat mengalirnya Mata Air Zubaidah, yang dibangun atas prakarsa Zubaidah, isteri khalifah Harun Al-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah. Sekelilingnya ada alat penyiram air setinggi 4 m dan tiang penyemprot uap air saat wuquf.

MASJID NAMIRAH  DAN  SAKHRAT
Masjid Namirah berada di tanah Arafah bagian barat, berbatasan dengan Tanah Suci Makkah. Bagian depan masjid (barat) masuk tanah Haram Makkah dan bagian belakangnya (timur) masuk tanah Arafah (luar tanah Haram). Karena itu, setelah masuk waktu wuquf, jamaah haji tidak boleh wuquf di lokasi tanah Haram Makkah, tetapi harus berpindah ke lokasi tanah Arafah (luar tanah Haram).


Panjang masjid (timur-barat) 340 m, lebarnya (utara-selatan) 240 m. Luasnya lebih dari 110.000 m2. Masjid yang punya 6 buah menara setinggi 50 m,  3 buah kubah dan 64 buah pintu ini dapat menampung sekitar 350 ribu jamaah shalat, dilengkapi dengan fasilitas antara lain: 663 pendingin udara (AC), lebih dari 1000 kamar mandi dan toilet, 15.000 kran wudhu, dan ruangan sistem informasi yang berfungsi merekam pelaksanaan wuquf dan memancarkannya ke seluruh penjuru dunia melalui satelit.
Sejarah. Di sekitar lokasi masjid ini Rosululloh membuat kemah saat wuquf haji wada'.
Masjid Shakhrat berlokasi di kaki Jabal Rahmah, sebelah kanan jalan (tangga) naik ke puncak.
Sejarah. Rosululloh pernah berhenti di lokasi Mesjid ini pada malam 'Arafah. Dan di lokasi ini pula turun wahyu terakhir, yakni surat Al-Maidah ayat 3.